Hidup itu…
filed in Uncategorized on Aug.29, 2010
Didalam surat al-balad ayat 4 diterangkan bahwa :
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”
Tidak henti-hentinya manusia akan diuji akan dicoba akan terus bersusah payah, diawali dari penciptaan dalam rahim ibu, seorang ibu akan bersusah payah dalam permulaan mengandung.
Seorang ibu akan mengalami muntah-muntah disaat kehamilan bulan awal..
Seorang ibu akan mengalami sakit disaat peregangan kulit perut disaat mulai membesarnya jabangbayi..
Seorang ibu akan mengalami kaki bengkak disaat harus menanggung berat sang jababg bayi..
Seorang ibu akan mengalami kesakitan yang sangat disaat perhitungan pembukaan..
Seorang ibu akan mengalami kesakitan yang sangat disaat waktunya melahirkan..
Seorang ibu akan mengalami kesakitan disaat dilakukan pelebaran vagina untuk memperlancar jalan persalinan..
Seorang ibu akan mengalami kesakitan disaat harus menahan sakit dalam proses penjahitan kembali vagina yang robek..
Maka lahiirlah seorang manusia di alam dunia (selamat datang kawan didunia yang penuh dengan huru hara dan kekacauan, carut marut, indah nan menyakitkan, cantik nan penuh tipu daya, kebahagian yang penuh dengan kesemuan.. konon ada cerita malaikat nyerah disaat harus jadi manusia.. heheh..)
Seorang anak 1 tahun akan bersusah payah untuk menjalani awal pertumbuhan, dimulai merangkak, duduk, jatuh, berdiri, jatuh dan berdiri lagi..
Seorang anak akan terus mendapatkan sifat-sifat dan segala kondisi jiwa yang diberikan oleh Tuhan sebagai syarat menjadi manusia, bahagia, sedih, tertawa, menangis, berteriak, sifat ingin dipuji, sombong, angkuh, pelit, kikir, sopan, diam, mijah (tidak mau diam.red), dan lain2 sampai umur baligh.. maka sempurnalah dia jadi manusia yang penuh dengan campur aduk segala kondiisinya..
Dan mulailah dia akan menjadi seorang manusia dewasa, seorang manusia yang mulai menanggung tanggung jawab semua yang dia lakukan..
Manusia akan dihadapkan oleh kemiskinan dan kekayaan..
Seorang manusia miskin akan bersusah payah untuk mempertahankan hidupnya..
Seorang manusia kaya akan bersusah payah mempertahanakn kekayaannya, dan melunasi hutang-hutangnyaa.. nah loh ? orang kaya kok punya hutang ? (konon katanya orang yang keliatan kaya banyak utang, tapi kebenaran ini perlu dibuktikan lagi..)
Tidak ada celah sedikitpun manusia untuk selamat dari “bersusah payah” yang sudah ditegaskan oleh Allah dalam Surat yang telah disebutkan diatas..
Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai manusia ?
Nikmati bung.. heheh..
Loh kok nikmati ?
Lah iya wong sudah jelas Gusti Allah ngasih tau.. terus ngapain lagi ? ya nikmati saja.
Nikmatin jadi orang miskin…
Nikmatin jadi orang kaya.. yang banyak hutang…
Nikmatin jadi orang tertindas…
Nikmatin jadi orang yang selalu direndahkan…
Nikmatin jadi seorang pemulung…
Nikmatin jadi seorang direktur..
Nikmatin jadi seorang yang cacat..
Nikmatin jadi seorang pegawa rendahan..
Nikmatin jadi orang sukses yang gak dapet jodoh mulu..
Sungguhlah sangat merugi orang-orang yang dalam menghiasi dunianya dalam kesedihan, penyesalan dan berputus asa…
Hidup cuman sekali..
Manusia kaya akan mati..
Manusia miskin akan mati…
Manusia ganteng dan cantik akan mati..
Manusia sombong akan mati..
Manusia Iri dengki akan mati..
Manusia Soleh akan mati..
Semuanya akan mati..
Yang didunia keta-ketawa akan mati..
Yang didunia penuh dengan kesedihan akan mati..
Yang didunia penuh dengan kebahagiaan akan mati pula..
Orang yang takut mati akan mati..
Orang yang senang mati akan mati..
Orang yang bahagia dengan kematian akan mati pula..
kemudian mati untuk hidup kembali dan bertemu kembali dengan pencipta diri..
Bertemu untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang dilakukan diri..
Konon katanya ada orang yang selama hidupnya bahagia dan mati bahagia..
Siapa kah dia ?
Manusia yang memiliki akal yang sehat se sehat sehatnya.. manusia yang tahu bahwa diirinya ada yang menciptakan dan dia mengikuti segala yang Tuhan inginkan terhadap dirinya, manusia yang menjadikan Tuhan kekasihnya, apakah kita tidak merasa bahagia bertemu dengan kekasih kita ?…
Heheh.. mudah2an tulisan kosong dan tidak ada artinya ini menjadi pembelajaran bagi penulis itu sendiri..
Salam Hangat, Teh celup bundar sariwangi..
