Malam itu adalah malam ke 23 di bulan Ramadhan, seperti biasa pada 10 ramadhan terakhir para muridin berkumpul untuk merasakan malam lailatul qadar dengan petunjuk Sang Mursyid.

lailatulqadar

Setelah waktu masuk tengah malam Mursyid berlalu masuk kedalam rumahnya untuk melakukan ibadah khusus untuk dirinya dan meninggalkan pesan kepada para Muridin untuk melakukan ibadah2 sunnah yg biasa dilakukan dan silahkan tidur sebagai syarat untuk shalat tahajud, apabila saatnya tiba akan diberitahu.

Malam itu terasa beda mataku tidak merasa kantuk sedikitpun, aku tidak bisa memejamkan mata, sedang yang lain sudah memejamkan mata, ya sudah daripada ngelamun yang gak jelas aku putuskan untuk menyendiri menikmati ciptaan Tuhan.

Waktu menunjukan pukul 00.15 Wib ku melakukan shalat taraweh 4 rakaat, kemudian beristirahat sambil meneguk air putih, kemudian kulanjutkan shalat tarawih 4 rakaat, setelah itu ku coba untuk memejamkan mata sebagai syarat shalat tahajud, keadaan masih sama belum ada perubahaan, dan sang mursyid juga tidak memberi kabar turunnya lailatul qadar, aku tidur kurang lebih 15 menit lumayan, kemudian ku melakukan shalat tahajud, shalat taubat dan witir.

Setelah itu ku bengong kembali sambil memandang langit, kemudian ku berucap, “Ya Rab tujuanku hanya Engkau tidak ada yang lain, bukan karena malam lailatul qadar atau yang lainnya, hatiku tetap Engkau, tetapi apabila engkau mengijinkanku untuk bisa merasakan malam lailatul qadar, aku akan ridha menerimanya, dan apabila Engkau menakdirkan aku sebagai sala satu orang yg beruntung untuk mendapatkan malam itu, aku pun tidak akan menolaknya“.

Waktu menunjukkan pukul 02.30 Wib aku mulai merasakan kantuk dan mulai tertidur, kemudian aku bermimpi, dalam mimpi Rab berkata kepadaku “kamu dengarkan suara  yang bersahutan dimalam ini“, kemudian aku menjawab “ya aku mendengarnya“, kemudian Rab berkata “sekarang ku tutup pendengaramu, apakah kau mendengar sesuatu ?“, kemudian aku menjawab “tidak ya Rab tidak ada suara apapun, hanya hening yang terasa” kemudian kejadian ini diulang sebanyak dua kali, kemudian Rab berkata, “Itulah malam lailatul qadar“, disaat kejadian itu dalam mimpiku aku berusaha untuk membangunkan temanku yang sedang terlelap untuk bisa merasakan malam lailatul qadar, tetapi aku tidak bisa, aku tidak mampu, sulit ku gerakan badanku, lalu aku terbangun dan melihat waktu suda menunjukan pukul 03.30 Wib.

Tidak tahu kenapa hatiku merasa senang, senang karena aku seolah olah telah merasakan malam lailatul qadar yang begitu terlihat nyata, aku bahagia Tuhan telah membalas cintaku dengan mengabulkan rasa ini, walau ku tahu ini hanya dalam mimpi, wallahualam.

Waktu menunjukan pukul 04.40 Wib kemudian aku ambil wudhu dan shalat subuh dan bersiap-siap untuk pulang, lalu tidak lama Mursyid keluar dari rumahnya dan berkata sepertinya lailatul qadar tidak turun di malam tadi.

VN:F [1.6.8_931]
Rating: 4.3/10 (3 votes cast)
VN:F [1.6.8_931]
Rating: +2 (from 2 votes)