zuhud
filed in Perjalanan Hidup on Nov.24, 2009
Aku berkata pada ayahku, “Yah, Ayah pernah mengatakan bahwa seseorang yg sudah zuhud, kondisi hatinya tidak akan berubah dalam kondisi apapun, baik itu ditimpa musibah ataupun tidak ditimpa musibah kondisi tetap sama selalu bersyukur apapun yg terjadi, dengan kata lain didalam isi hatinya penuh dengan kebaikan tidak ada sedikitpun keburukan kepada yg memberikan suatu kejadian.
Lalu apakah aku boleh berpendapat bahwa Allah tidak pernah memberikan keburukan kepada seorang mahluk, keburukan muncul diakibatkan seseorang tidak bisa mengambil kebaikan dari suatu kejadian.
Kemudian ayahku berkata “kata-kata itu terlalu berputar-putar, kalau orang yg merasa dirinya akan melakukan pertemuan dengan Allah dia pasti akan zuhud, baik itu dalam suasana mendung ataupun suasana cerah, rasa syukurnya tidak pernah berubah atau misal istri dan anak antum harus meninggalkan antum, suasana isi hati antum tidak akan berubah, tidak akan pernah mengurangi rasa cinta dan syukur kepada Allah SWT.”
Aku pun terdiam.

December 7th, 2009 on 2:16 am
untuk bisa zuhud itu perlu banyak dukungan atau katrol yang tinggi, rizqi besar jika dapat itu, tak kerjar lari, tak tinggal amburadul, dororangannya?
December 7th, 2009 on 12:09 pm
Untuk bisa zuhud memang perlu pendidikan, dan akhlah tasawuf yg bisa menjawabnya..