Aku berkata pada ayahku, “Yah, Ayah pernah mengatakan bahwa seseorang yg sudah zuhud, kondisi hatinya tidak akan berubah dalam kondisi apapun, baik itu ditimpa musibah ataupun tidak ditimpa musibah  kondisi tetap sama selalu bersyukur apapun yg terjadi, dengan kata lain  didalam isi hatinya penuh dengan kebaikan tidak ada sedikitpun keburukan kepada yg memberikan suatu kejadian.

Lalu apakah aku boleh berpendapat bahwa Allah tidak pernah memberikan keburukan kepada seorang mahluk, keburukan muncul diakibatkan seseorang tidak bisa mengambil kebaikan dari suatu kejadian.

Kemudian ayahku berkata “kata-kata itu terlalu berputar-putar, kalau orang yg merasa dirinya akan melakukan pertemuan dengan Allah dia pasti akan zuhud, baik itu dalam suasana mendung ataupun suasana cerah, rasa syukurnya tidak pernah berubah atau misal istri dan anak antum harus meninggalkan antum, suasana isi hati antum tidak akan berubah, tidak akan pernah mengurangi rasa cinta dan syukur kepada Allah SWT.”

Aku pun terdiam.

VN:F [1.6.8_931]
Rating: 7.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.8_931]
Rating: +1 (from 1 vote)