Tidak punya keinginan diri, adalah suatu kebahagiaan
filed in Perjalanan Hidup on Mar.09, 2010
Dalam warna warni hidup banyak sekali kejadian yang sering kita temukan yang sering kita rasakan baik itu rasa sedih, senang, gembira, menangis, tertawa, cemberut, benci, suka, cinta dan lain sebagainya.
Ya kita akan merasakan rasa senang, merasakan rasa gembira apabila dalam perjalanan hidup mengalami suatu kejadian yang sesuai dengan keinginan diri. Kita ingin membeli rumah, kita ingin membeli motor, mobil, kita ingin meneruskan sekolah ke jenjang lebih tinggi dan akhirnya semua keinginan diri bisa terkabul, maka kita akan merasakan kebahagian dan rasa syukur atas nikmat yang sesuai dengan keinginan diri.
Sebaliknya kita akan merasakan sedih, kecewa, benci, menangis, terkadang putus asa atas apa-apa yang tidak sesuai dengan keinginan diri, maka sepatunya kita bersabar serta tidak putus asa karena ternyata hasil yang kita dapat tidak sesuai dengan keinginan diri, maka sepatutnyalah kita untuk bersabar dan tidak putus asa, apabila “menu list” yang kita miliki tidak terkabul atau tidak terwujud oleh Sang Maha Mengabulkan.
Lalu ada satu tahapan yang hatinya hanya memiliki satu rasa, yaitu rasa bahagia dan tidak memiliki rasa-rasa lainnya. Rasa sedih, sakit hati, benci, kecewa itu tidak akan pernah hinggap di hatinya, Walau kejadian terburuk sekalipun hatinya tetap merasakan rasa bahagia. Lalu siapakah yang memiliki hati itu ? yaitu orang-orang yang tidak punya keinginan diri, hatinya selalu mengikuti keinginan Sang Maha Menghidupi, siapakah Sang Maha Menghidupi? yaitu Allah SWT.

April 28th, 2010 on 11:58 pm
hakekat kebahagiaan adalah melihat sang maha bahagia….
sedangkan hakekat azab adalah terhalangnya melihat sang pemilik Azab…
bahagia ada dua sebab: 1. terpenuhinya hajat-hajat baik hajat dunia maupun hajat akherat. 2 tidak memiliki hajat .. inilah disebut majnun …tapi jika dia hanya memiliki hajat kepada Allah dia disebut AL_FAQIR…sedangkan jika memiliki hajat dunia saja dia disebut MISKIN…
April 29th, 2010 on 3:57 am
Salam hangat untuk mas juni, semoga selalu diberikan rahmat dan hidayah selalu..
April 29th, 2010 on 9:48 am
satu lagi.. terkadang didalam KETIDAKNYAMANAN kita berselaras dengan MUSIBAH yang kita derita.. bila kita buka dengan pisau ROHMATNYA maka yang tampak berjuta KASIH SAYANGNYA.. semakin berat beban itu… semakin banyak KASIH SAYANGNYA.. AMIIN (najaanallohu min qoumin muhibbin)