<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.widianto.org &#187; Perjalanan Hidup</title>
	<atom:link href="http://www.widianto.org/category/perjalanan-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.widianto.org</link>
	<description>Situsnya orang biasa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2010 20:23:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Palu untuk anakku</title>
		<link>http://www.widianto.org/2010/03/15/palu-untuk-anakku/</link>
		<comments>http://www.widianto.org/2010/03/15/palu-untuk-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 08:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.widianto.org/?p=1169</guid>
		<description><![CDATA[Anakku umurmu hari ini sudah genap 2 tahun Engkau mulai ingin mengenal sebuah palu Maka kuperkenalkan engkau sebuah palu Disaat umurmu bertambah lagi Maka akan kuberikan palu itu Kuberikan palu itu untuk engkau permainkan Dan apabila sudah baligh umurmu, Tdak lagi engkau mempermainkan palu itu Kau harus sudah pandai menggunakan palu itu Anaku, perlu engkau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Anakku umurmu hari ini sudah genap 2 tahun<br />
Engkau mulai ingin mengenal sebuah palu<br />
Maka kuperkenalkan engkau sebuah palu</em></p>
<p><em>Disaat umurmu bertambah lagi<br />
Maka akan kuberikan palu itu<br />
Kuberikan palu itu untuk engkau permainkan</em></p>
<p><em>Dan apabila sudah baligh umurmu,<br />
Tdak lagi engkau mempermainkan palu itu<br />
Kau harus sudah pandai menggunakan palu itu</em></p>
<p><em>Anaku, perlu engkau tahu<br />
Kehidupan sekarang banyak yang hanya mempermainkan palu<br />
Tapi tidak pernah dipake untuk memukul sebuah paku</em></p>
<p><em>Padahal palu adalah untuk memukul sebuah paku<br />
Sebuah paku untuk masa depanmu<br />
Masa depan setelah matimu.</em></p>
<p><em><span style="color: #ff0000;">*Kado Puisi dari Ayah yang mencintaimu @15 Maret 2010</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.widianto.org/2010/03/15/palu-untuk-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak punya keinginan diri, adalah suatu kebahagiaan</title>
		<link>http://www.widianto.org/2010/03/09/tidak-punya-keinginan-diri-adalah-suatu-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://www.widianto.org/2010/03/09/tidak-punya-keinginan-diri-adalah-suatu-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 09:41:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.widianto.org/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[Dalam warna warni hidup banyak sekali kejadian yang sering kita temukan yang sering kita rasakan baik itu rasa sedih, senang, gembira, menangis, tertawa, cemberut, benci, suka, cinta dan lain sebagainya. Ya kita akan merasakan rasa senang, merasakan rasa gembira apabila dalam perjalanan hidup mengalami suatu kejadian yang sesuai dengan keinginan diri. Kita ingin membeli rumah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam warna warni hidup banyak sekali kejadian yang sering kita temukan yang sering kita rasakan baik itu rasa sedih, senang, gembira, menangis, tertawa, cemberut, benci, suka, cinta dan lain sebagainya.</p>
<p>Ya kita akan merasakan rasa senang, merasakan rasa gembira apabila dalam perjalanan hidup mengalami suatu kejadian yang sesuai dengan keinginan diri. Kita ingin membeli rumah, kita ingin membeli motor, mobil, kita ingin meneruskan sekolah ke jenjang lebih tinggi dan akhirnya semua keinginan diri bisa terkabul, maka kita akan merasakan kebahagian dan rasa syukur atas nikmat yang sesuai dengan keinginan diri.</p>
<p>Sebaliknya kita akan merasakan sedih, kecewa, benci, menangis, terkadang putus asa atas apa-apa yang tidak sesuai dengan keinginan diri, maka sepatunya kita bersabar serta tidak putus asa karena ternyata hasil yang kita dapat tidak sesuai dengan keinginan diri, maka sepatutnyalah kita untuk bersabar dan tidak putus asa, apabila “menu list” yang kita miliki tidak terkabul atau tidak terwujud oleh Sang Maha Mengabulkan.</p>
<p>Lalu ada satu tahapan yang hatinya hanya memiliki satu rasa, yaitu rasa bahagia dan tidak memiliki rasa-rasa lainnya. Rasa sedih, sakit hati, benci, kecewa itu tidak akan pernah hinggap di hatinya, Walau kejadian terburuk sekalipun hatinya tetap merasakan rasa bahagia. Lalu siapakah yang memiliki hati itu ? yaitu orang-orang yang tidak punya keinginan diri, hatinya selalu mengikuti keinginan Sang Maha Menghidupi, siapakah Sang Maha Menghidupi? yaitu Allah SWT.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.widianto.org/2010/03/09/tidak-punya-keinginan-diri-adalah-suatu-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meramu hidup bahagia&#8230;</title>
		<link>http://www.widianto.org/2010/02/01/meramu-hidup-bahagia/</link>
		<comments>http://www.widianto.org/2010/02/01/meramu-hidup-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 06:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.widianto.org/?p=1154</guid>
		<description><![CDATA[Aku melihat, aku mendengar, dan aku merasakan setiap gerak langkahku, kedipan mataku, denyut jantungku, dan setiap helaan nafasku, dan aku rasakan ini, ya aku rasakan ini setiap jam, menit dan detik hidupku. Dalam satu bulan ini aku sering menyendiri, merenungkan diri, melihat diri dan mengenal diriku sendiri. Dalam kesendirianku aku berfikir dan bertanya pada diriku, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku melihat, aku mendengar, dan aku merasakan setiap gerak langkahku, kedipan mataku, denyut jantungku, dan setiap helaan nafasku, dan aku rasakan ini, ya aku rasakan ini setiap jam, menit dan detik hidupku.</p>
<p>Dalam satu bulan ini aku sering menyendiri, merenungkan diri, melihat diri dan mengenal diriku sendiri.</p>
<p>Dalam kesendirianku aku berfikir dan bertanya pada diriku, untuk apa aku hidup ? ya baru pertanyaan ini yang telintas dalam pikiranku, tetapi aku tidak melanjutkan untuk mencari jawaban atas pertanyaanku karena disibukan oleh pekerjaan sehari-hari yang merepotkanku.<span id="more-1154"></span></p>
<p>Dalam beberapa hari pertanyaan ini muncul kembali mengiringi disaat kesendirianku, kemudian aku mencoba untuk mengiringi rasa penasaranku akan pertanyaan yang sering muncuk dalam diriku, untuk apa aku hidup ?.</p>
<p>Kemudian aku berusaha untuk mencari jawaban, dengan melihat orang-orang disekelilingku. Aku melihat temanku seorang pedagang, aku melihat temanku seorang penjahit, dan aku melihat teman kerjaku yang semangat untuk melanjutkan pendidikan s3 nya, lalu aku bertanya kembali pada diriku untuk apa mereka melakukan itu semua ?.</p>
<p>Kemudian aku bertanya kepada mereka, untuk apa kamu melakukan itu ? temanku pedagang menjawab : &#8220;aku berdagang untuk mendapatkan uang dan bisa menghidupi anak istriku&#8221;, kemudian temanku penjahit menjawab : &#8220;aku menjahit untuk mendapatkan uang dan bisa membahagiakan aku dan keluargaku&#8221;, kemudian temanku seorang manager sebuah perusahaan yang sedang melanjutkan pendidikan s3-nya menjawab : &#8220;aku melanjutkan s3 untuk meningkatkan taraf hidupku, semakin besar gelarku semakin pandai aku dan semakin banyak uang yang bisa kudapatkan dengan banyak uang yang kudapatkan aku bisa mendapatkan harta yang melimpah.&#8221;.</p>
<p>Kemudian aku berfikir kembali, apa mereka hidup karena ingin mendapatkan uang ?, lalu aku bertanya pada diriku, setelah mendapatkan uang yang banyak, untuk apa uang tersebut ? kemudian aku bertanya kepada mereka, untuk apa uang tersebut ?, mereka menjawab, &#8220;uang bisa membuat aku bahagia, aku bisa membeli apa aja yang aku mau, aku bisa membeli rumah aku bisa membeli mobil aku bisa mendapatkan harta yang melimpah.</p>
<p>Kemudian aku berfikir kembali, dan mencoba mencari jawaban atas pertanyaanku, ya mereka hidup adalah untuk mendapatkan uang dan harta yang melimpah dan itu yang membuat mereka bahagia.</p>
<p>Setelah sekian lama aku tetap memperhatikan mereka, ada yang janggal terhadap perilaku mereka, kemudian aku bertanya kepada pedagang, kenapa engkau murung temanku ? aku melihat engkau sukses dalam berdagang, engkau bisa membeli rumah dan mobil, apalagi yang membuat engkau murung ?, sang pedagang menjawab : &#8220;Ya aku sudah memiliki mobil dan rumah, tetapi hatiku tidak tenang, karena dukun yang selama ini aku percaya tidak mampu untuk menyaingi dagangan sainganku, aku tidak puas akan hal ini, dan ini yang membuatku merasa resah&#8221;.</p>
<p>Kemudian aku bertanya kepada temanku seorang penjahit, kenapa engkau murung temanku ? temanku menjawab, usahaku bangkrut, aku sudah tidak punya uang dan hartaku sudah mulai aku jual satu persatu, itu yang membuat aku sedih.</p>
<p>Kemudian aku bertanya kepada teman kerjaku yang sedang melanjutkan s3 nya, aku melihat mukamu masam dan aku melihat kerutan jidatmu semakin lama semakin mengkerut, ada apa dengan mu ?, kemudian temanku menjawab : &#8220;Ahhh, aku capek mengahadapi semua ini, aku sudah capek harus terus menjilat atasanku, aku capek harus menyikut teman sejawatku, aku sudah capek harus menginjak bawahanku, aku sudah bosan atas semua ini&#8221;.</p>
<p>Lalu aku kembali bertanya pada diriku, ternyata jawaban itu salah dan tidak tepat, uang dan harta melimpah bukan tujuan hidup!!, aku menerka-nerka uang dan harta melimpah hanya sebuah media supaya mereka hidup bahagia, jadi tujuan mereka hidup adalah sebenarnya untuk mendapatkan kebahagiaan, ya aku sudah mendapatkan jawaban itu tujuan hidup adalah mendapatkan kebahagiaan!!.</p>
<p>Lalu aku bertanya kembali kepada diriku, tujuan aku hidup adalah  untuk mendapatkan kebahagiaan, lalu kebahagiaan apa yang bisa membuat aku bahagia, sedangkan apa yang dilihat oleh mataku uang dan harta kekayaan tidak membuat mereka bahagia.</p>
<p>Pedagang temanku sudah memiliki harta melimpah tetapi tidak merasakan kebahagian, teman sejawatku yg memiliki jabatan penting diperusahaanku tidak merasakan kebahagiaan, kemudian temanku seorang penjahit juga tidak merasakan kebahagian setelah kehilangan uang dan harta kekayaannya.</p>
<p>Dalam 1 minggu perenunganku aku telah mendapatkan titik terang untuk menemukan &#8220;hidup bahagia&#8221;, ternyata &#8220;hidup bahagia&#8221; itu tidak serumit yang aku bayangkan.</p>
<p>&#8220;Aku tidak harus bersusah payah untuk memperjuangan hidup untuk mendapatkan gelimangan harta&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak harus risau hati apabila harta meninggalkanku&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak harus mengkerutkan dahi apabila kemiskinan menimpa takdirku&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak harus bersedih hati disaat sakit menimpaku&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak harus merana disaat anak dan istriku harus meninggalkan dunia ini&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak akan takut dan bersedih disaat aku meninggalkan dunia ini&#8221;</p>
<p>&#8220;Dan aku pun tidak gentar disaat aku harus bertemu dengan Tuhan penciptaku&#8221;</p>
<p>&#8220;Dan aku bahagia atas apapun yang akan menimpaku, baik itu ditimpa kemalangan ataupun kesenangan hatiku tidak akan berubah aku akan bahagia&#8221;.</p>
<p>Ya.. aku senang menyendiri, jauh dari manusia yang lain sehingga dalam kesendirianku ini aku bisa berdua-duaan dengan Tuhanku, dan Tuhanku telah memberikan ilham kepadaku atas apa yang aku cari-cari selama ini.</p>
<p>Lalu apa ilham yang aku dapat ? sehingga aku bisa menemukan &#8220;hidup bahagia&#8221; adalah</p>
<p>Manusia yang tahu dan kenal serta mencintai T.U.H.A.N nya!!!.</p>
<p>Lalu dalam hatiku bertanya, kenapa dengan tahu, kenal dan mencintai Tuhannya bisa membuatku bahagia ?</p>
<p>Karena dengan tahu, kenal dan mencintai Tuhannya..</p>
<p>&#8220;Aku tahu siapa yang memberiku rezeki, sehingga aku tidak harus menjadi seoarang manager yang harus menyikut sesama, menginjak bawahan dan harus menjilat atas, aku tidak harus mencari dukun untuk supaya sukses dalam berdagang&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tahu siapa yang mengambil milik yang bukan miliku, sehingga aku tidak harus bersedih hati disaat usahaku harus bangkrut dan gulung tikar&#8221;</p>
<p>&#8220;Akupun tidak akan merasa kecil hati disaat kemiskinan menimpaku&#8221;</p>
<p>&#8220;Akupun tahu siapa yang memberi penyakit dan siapa yang menyembuhkan sakitku&#8221;</p>
<p>&#8220;Akupun tau diri siapa aku dan siapa anak istriku, sehingga aku akan ikhlas apabila Tuhan mengambil, aku dan anak istriku&#8221;</p>
<p>&#8220;Dan akupun akan senang apabila aku dipertemukan dengan Tuhanku, aku senang karena bertemu dengan Kekasihku&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya aku tahu siapa diriku dan sangat mengenal siapa aku, yaitu seorang aku yang hanya tunduk dan taat atas segala apa-apa yang Tuhan inginkan kepadaku&#8221;.</p>
<p>Sehingga dalam hidupku aku tidak ingin jadi apa-apa dan tidak ingin menjadi siapa-siapa, serta tidak memiliki keinginan apa-apa, hidupku akan mengikuti apa yang Tuhan inginkan kepadaku.</p>
<p>Sehingga apabila Tuhan menjadikan ku seorang kaya raya, aku tidak akan menyombongkan hartaku, karena aku tahu harta ini bukan milikku tapi Tuhan yang menitipkan kepadaku.</p>
<p>Apabila Tuhanku menjadian aku seorang pejabat penting, aku tidak harus bersusah payah untuk menyikut sesama, menginjak bawahan dan menjilan atasan.</p>
<p>Apabila Tuhan menimpa masalah padaku, aku tahu harus bagaimana beriskap untuk menyelesaikan masalahku, sehingga masalah tidak akan merusak hubunganku dengan Tuhanku.</p>
<p>Apabila Tuhanku menjadikan aku hidup miskin, maka aku menjadi sorang miskin yang baik, seorang miskin yang tidak menjadikan kemiskinan masalah bagiku, kemiskinan yang akan terasa nikmat bagiku.</p>
<p>Sampai kematian menimpaku, aku akan merasa senang sekali karena aku akan bertemu dengan kekasihku yaitu Tuhanku.</p>
<p>Ya inilah hidup bahagia yang sejati, hidup bersama Tuhan.</p>
<p>Lalu siapa Tuhanku, Allah SWT Sang pemilik bumi langit beserta isinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.widianto.org/2010/02/01/meramu-hidup-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyendiri..</title>
		<link>http://www.widianto.org/2010/01/21/menyendiri/</link>
		<comments>http://www.widianto.org/2010/01/21/menyendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 04:14:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.widianto.org/?p=1147</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terjadi apabila dalam dunia ini hanya aku sendiri tidak ada manusia lain yang menemani ?, yang terjadi adalah aku tidak bisa menyombongkan diri terhadap manusia yang lain, aku tidak bisa memamerkan harta ku terhadap manusia yang lain, aku tidak bisa berbuat buruk terhadap manusia yang lain, dan aku tidak akan berkeluh kesah terhadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang terjadi apabila dalam dunia ini hanya aku sendiri tidak ada manusia lain yang menemani ?, yang terjadi adalah aku tidak bisa menyombongkan diri terhadap manusia yang lain, aku tidak bisa memamerkan harta ku terhadap manusia yang lain, aku tidak bisa berbuat buruk terhadap manusia yang lain, dan aku tidak akan berkeluh kesah terhadap permasalahanku kepada manusia yang lain. </p>
<p>Aku baru menyadari bahwa dengan menyendiri aku terhindar dari keburukan yang sering aku lakukan, dan aku rasakan dengan menyendiri mendekatkan aku terhadap Tuhanku. Ya aku butuh waktu untuk menyendiri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.widianto.org/2010/01/21/menyendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>zuhud</title>
		<link>http://www.widianto.org/2009/11/24/zuhud/</link>
		<comments>http://www.widianto.org/2009/11/24/zuhud/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 10:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.widianto.org/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[Aku berkata pada ayahku, &#8220;Yah, Ayah pernah mengatakan bahwa seseorang yg sudah zuhud, kondisi hatinya tidak akan berubah dalam kondisi apapun, baik itu ditimpa musibah ataupun tidak ditimpa musibah  kondisi tetap sama selalu bersyukur apapun yg terjadi, dengan kata lain  didalam isi hatinya penuh dengan kebaikan tidak ada sedikitpun keburukan kepada yg memberikan suatu kejadian. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku berkata pada ayahku, &#8220;Yah, Ayah pernah mengatakan bahwa seseorang yg sudah zuhud, kondisi hatinya tidak akan berubah dalam kondisi apapun, baik itu ditimpa musibah ataupun tidak ditimpa musibah  kondisi tetap sama selalu bersyukur apapun yg terjadi, dengan kata lain  didalam isi hatinya penuh dengan kebaikan tidak ada sedikitpun keburukan kepada yg memberikan suatu kejadian.</p>
<p>Lalu apakah aku boleh berpendapat bahwa Allah tidak pernah memberikan keburukan kepada seorang mahluk, keburukan muncul diakibatkan seseorang tidak bisa mengambil kebaikan dari suatu kejadian.</p>
<p>Kemudian ayahku berkata &#8220;kata-kata itu terlalu berputar-putar, kalau orang yg merasa dirinya akan melakukan pertemuan dengan Allah dia pasti akan zuhud, baik itu dalam suasana mendung ataupun suasana cerah, rasa syukurnya tidak pernah berubah atau misal istri dan anak antum harus meninggalkan antum, suasana isi hati antum tidak akan berubah, tidak akan pernah mengurangi rasa cinta dan syukur kepada Allah SWT.&#8221;</p>
<p>Aku pun terdiam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.widianto.org/2009/11/24/zuhud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehidupan yg memiliki nilai</title>
		<link>http://www.widianto.org/2009/10/02/kehidupan-yg-memiliki-nilai/</link>
		<comments>http://www.widianto.org/2009/10/02/kehidupan-yg-memiliki-nilai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 03:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.widianto.org/?p=1069</guid>
		<description><![CDATA[Ayahku berkata &#8220;hari ini kita akan membahas sebuah buku yg antum beli, cuman ana mau tanya sebelum kita membahas tentang isi buku ini, dan belum akan dibahas buku ini klo pertanyaan ana belum dijawab&#8221;. &#8220;Begini.. setiap manusia yang hidup pasti memiliki nilai hidup, bener gak ?&#8221; kemudian saya mengangguk , &#8220;sekarang ana mau tanya, menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayahku berkata &#8220;<em>hari ini kita akan membahas sebuah buku yg antum beli, cuman ana mau tanya sebelum kita membahas tentang isi buku ini, dan belum akan dibahas buku ini klo pertanyaan ana belum dijawab&#8221;</em>.</p>
<p><a href="http://www.widianto.org/wp-content/uploads/2009/10/catur.jpg" rel="lightbox[1069]"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1074" title="catur" src="http://www.widianto.org/wp-content/uploads/2009/10/catur-150x150.jpg" alt="catur" width="150" height="150" /></a></p>
<p><em>&#8220;Begini.. </em><em>setiap manusia yang hidup pasti memiliki nilai hidup, bener gak ?&#8221; </em>kemudian saya mengangguk , &#8220;<em>sekarang ana mau tanya, menurut antum hidup yg memiliki nilai itu apa ? &#8220;.</em></p>
<p>Saya terdiam dan belum bisa menjawab, kemudian Ayahku berkata kembali <em>&#8220;loh antum sudah hidup berapa tahun ? ditanya seperti itu antum malah mikir, harusnya antum sudah bisa menjawab karena hidup antum sudah tahunan, jangan-jangan hidup antum tidak ada nilainya, sehingga antum tidak bisa menjawab atau hidup antum mah berjalan begitu saja seperti Zombie, orang lain ke barat ikut ke barat, orang lain ke timur ikut ketimur, jadi hidupnya tidak jelas alias abu-abu&#8221;.</em></p>
<p>Weleh rada panas nih hati digituin, akhirnya aku pun berusaha untuk menjawab seadanya, <em>&#8220;nilai hidup ana adalah saya ingin hidup bisa bermanfaat untuk diri dan orang lain&#8221;.</em></p>
<p>Kemudian Ayahku berkata &#8220;<em>Antum mah kalah sama anak-anak PUNK, mereka itu memiliki nilai hidup sehingga mereka berani berdandan berbeda dengan yang lain, karena  dengan begitu mereka merasa memiliki nilai, anak PUNK mereka memiliki aliran musik yg berbeda pada umumnya, karena mereka merasa bahwa aliran musik mereka itu memiliki nilai&#8221;.</em></p>
<p><em>&#8220;Antum baca tidak di koran Pikiran-Rakyat hari ini (kemaren.red) bahwa ada seorang petani yang bisa membuat pupuk dari campuran pasir, dan sekarang anak2 mahasiswa UGM yg sedang mengambil S1, S2 dan S3 mengambil penelitian dari petani itu, bayangkan petani yg tidak mempunyai gelar tetapi bisa menjadi seorang yang hebat, berarti petani itu hidupnya memiliki nilai&#8221;. </em></p>
<p><em>&#8220;Lihat penemu-penemu dunia, seperti Al-Jabar, Einstein, mereka bisa seperti itu karena hidupnya memiliki nilai, Einstein dia senang sekali dengan Fisika, dia bener-bener belajar dan meneliti tentang Fisika, Fisika butuh perhitungan Matematika, maka dia belajar Matematika, kemudian ada hubungannya dengan Kimia dan dia pelajari Kimia dengan sungguh-sungguh, sehingga dia bisa menciptakan sesuatu sehingga dirinya memiliki nilai&#8221;.</em></p>
<p><em>&#8220;Sekarang antum kuliah ngambil jurusan komputer, pelajari komputer itu sungguh-sungguh, sehingga antum bisa menciptakan sesuatu dari komputer, disitu antum memiliki hidup yg bernilai.  Antum sekarang bekerja di Unpad dalam bidang komputer antum harus bekerja sungguh-sungguh dan bisa menghasilkan sesuatu&#8221;.</em></p>
<p><em>&#8220;Manusia yang tidak memiliki nilai hidup lebih baik jangan hidup, buat apa hidup klo hidupnya tidak memiliki nilai. Sekarang ana tanya lagi apa nilai hidup antum ?&#8221;.</em></p>
<p><em>&#8220;Waktu dah mulai tengah malam, sekarang antum pulang pikirkan pertanyaan ana, buku ini akan dibahas setelah antum bisa menjawab pertanyaan ana&#8221;.</em></p>
<p>Akupun mulai menyadari bahwa hidupku selama ini memang tidak memiliki nilai, dan akupun menyadari bahwa saat itu aku telah berdialog dengan orang hebat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.widianto.org/2009/10/02/kehidupan-yg-memiliki-nilai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sendal Jepit dan kehinaan</title>
		<link>http://www.widianto.org/2009/09/15/sendal-jepit-dan-kehinaan/</link>
		<comments>http://www.widianto.org/2009/09/15/sendal-jepit-dan-kehinaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 05:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.widianto.org/?p=1064</guid>
		<description><![CDATA[Sendal jepit oh sendal jepit kenapa kau dimata orang terlihat buruk, ada apa denganmu ? seolah olah kau buruk dimata orang, apa bentukmu memang buruk sekali sehingga kau pantas dihina sehingga kau pantas dilecehkan? Sepertinya bukan itu, kau terlihat hina karena ada yang mulia darimu, siapa itu ? sepatu kulit yang berlapiskan emas dan dibungkus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sendal jepit oh sendal jepit kenapa kau dimata orang terlihat buruk, ada apa denganmu ? seolah olah kau buruk dimata orang, apa bentukmu memang buruk sekali sehingga kau pantas dihina sehingga kau pantas dilecehkan?</p>
<p><a href="http://www.widianto.org/wp-content/uploads/2009/09/sandal.jpg" rel="lightbox[1064]"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1066" title="sandal" src="http://www.widianto.org/wp-content/uploads/2009/09/sandal-221x300.jpg" alt="sandal" width="221" height="300" /></a></p>
<p>Sepertinya bukan itu, kau terlihat hina karena ada yang mulia darimu, siapa itu ? sepatu kulit yang berlapiskan emas dan dibungkus dengan benang sutra.</p>
<p>Sendal Jepit pun berbicara, bukan karena sepatu itu yang membuatku hina, yg membuatku hina adala orang hina yg menutupi kehinaanya dengan menyombongkan kemewahaannya.</p>
<p>Lalu apa bedanya sendal jepit dan sepatu kulit yang berlapiskan emas dan dibungkus dengan benang sutera? Tidak ada bedanya!, yang membedakan adalah orang pemakainya, orang yang mulia dia memakai apapun tidak membuat dirinya hina atau menyombongkan diri, orang yg hina dia memakai apapun membuat dirinya menyombongkan diri dan terlihat hina, terilhat hina karena seolah olah seluruh yg dipakainya adalah miliknya, padahal dirinya dan semua miliknya adalah bukan miliknya.</p>
<p>Renungkan Wahai diriku&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.widianto.org/2009/09/15/sendal-jepit-dan-kehinaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malam lailatul qadar itu tlah tiba?</title>
		<link>http://www.widianto.org/2009/09/13/malam-lailatul-qadar-itu-tlah-tiba/</link>
		<comments>http://www.widianto.org/2009/09/13/malam-lailatul-qadar-itu-tlah-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 02:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.widianto.org/?p=1042</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu adalah malam ke 23 di bulan Ramadhan, seperti biasa pada 10 ramadhan terakhir para muridin berkumpul untuk merasakan malam lailatul qadar dengan petunjuk Sang Mursyid. Setelah waktu masuk tengah malam Mursyid berlalu masuk kedalam rumahnya untuk melakukan ibadah khusus untuk dirinya dan meninggalkan pesan kepada para Muridin untuk melakukan ibadah2 sunnah yg biasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam itu adalah malam ke 23 di bulan Ramadhan, seperti biasa pada 10 ramadhan terakhir para muridin berkumpul untuk merasakan malam lailatul qadar dengan petunjuk Sang Mursyid.</p>
<p><a href="http://www.widianto.org/wp-content/uploads/2009/09/lailatulqadar.jpg" rel="lightbox[1042]"><img class="aligncenter size-full wp-image-1058" title="lailatulqadar" src="http://www.widianto.org/wp-content/uploads/2009/09/lailatulqadar.jpg" alt="lailatulqadar" width="400" height="350" /></a></p>
<p>Setelah waktu masuk tengah malam Mursyid berlalu masuk kedalam rumahnya untuk melakukan ibadah khusus untuk dirinya dan meninggalkan pesan kepada para Muridin untuk melakukan ibadah2 sunnah yg biasa dilakukan dan silahkan tidur sebagai syarat untuk shalat tahajud, apabila saatnya tiba akan diberitahu.</p>
<p>Malam itu terasa beda mataku tidak merasa kantuk sedikitpun, aku tidak bisa memejamkan mata, sedang yang lain sudah memejamkan mata, ya sudah daripada ngelamun yang gak jelas aku putuskan untuk menyendiri menikmati ciptaan Tuhan.</p>
<p>Waktu menunjukan pukul 00.15 Wib ku melakukan shalat taraweh 4 rakaat, kemudian beristirahat sambil meneguk air putih, kemudian kulanjutkan shalat tarawih 4 rakaat, setelah itu ku coba untuk memejamkan mata sebagai syarat shalat tahajud, keadaan masih sama belum ada perubahaan, dan sang mursyid juga tidak memberi kabar turunnya lailatul qadar, aku tidur kurang lebih 15 menit lumayan, kemudian ku melakukan shalat tahajud, shalat taubat dan witir.</p>
<p>Setelah itu ku bengong kembali sambil memandang langit, kemudian ku berucap, &#8220;<em>Ya Rab tujuanku hanya Engkau tidak ada yang lain, bukan karena malam lailatul qadar atau yang lainnya, hatiku tetap Engkau, tetapi apabila engkau mengijinkanku untuk bisa merasakan malam lailatul qadar, aku akan ridha menerimanya, dan apabila Engkau menakdirkan aku sebagai sala satu orang yg beruntung untuk mendapatkan malam itu, aku pun tidak akan menolaknya</em>&#8220;.</p>
<p>Waktu menunjukkan pukul 02.30 Wib aku mulai merasakan kantuk dan mulai tertidur, kemudian aku bermimpi, dalam mimpi Rab berkata kepadaku &#8220;<em>kamu dengarkan suara  yang bersahutan dimalam ini</em>&#8220;, kemudian aku menjawab &#8220;<em>ya aku mendengarnya</em>&#8220;, kemudian Rab berkata &#8220;<em>sekarang ku tutup pendengaramu, apakah kau mendengar sesuatu ?</em>&#8220;, kemudian aku menjawab &#8220;<em>tidak ya Rab tidak ada suara apapun, hanya hening yang terasa</em>&#8221; kemudian kejadian ini diulang sebanyak dua kali, kemudian Rab berkata, &#8220;I<em>tulah malam lailatul qadar</em>&#8220;, disaat kejadian itu dalam mimpiku aku berusaha untuk membangunkan temanku yang sedang terlelap untuk bisa merasakan malam lailatul qadar, tetapi aku tidak bisa, aku tidak mampu, sulit ku gerakan badanku, lalu aku terbangun dan melihat waktu suda menunjukan pukul 03.30 Wib.</p>
<p>Tidak tahu kenapa hatiku merasa senang, senang karena aku seolah olah telah merasakan malam lailatul qadar yang begitu terlihat nyata, aku bahagia Tuhan telah membalas cintaku dengan mengabulkan rasa ini, walau ku tahu ini hanya dalam mimpi, wallahualam.</p>
<p>Waktu menunjukan pukul 04.40 Wib kemudian aku ambil wudhu dan shalat subuh dan bersiap-siap untuk pulang, lalu tidak lama Mursyid keluar dari rumahnya dan berkata sepertinya lailatul qadar tidak turun di malam tadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.widianto.org/2009/09/13/malam-lailatul-qadar-itu-tlah-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebagian amalan orang-orang khusus di bulan ramadhan</title>
		<link>http://www.widianto.org/2009/08/21/amalan-orang-orang-khusus-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.widianto.org/2009/08/21/amalan-orang-orang-khusus-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 08:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.widianto.org/?p=951</guid>
		<description><![CDATA[Sang Mursyid berkata &#8220;sekarang antum tulis amalan-amalan yg akan antum lakukan dibulan ramadhan&#8221;  setelah 10 menit kemudian Mursyid datang dan berkata &#8220;sok tum, antum baca amalan antum&#8221; aku mulai membaca amalan yg sebelumnya aku tulis dengan perlahan dan panjang lebar. Kemudian Mursyid berkata &#8221; sekarang antum tulis Inilah amalan-amalan orang pemalas dan egois&#8221; Silahkan maknai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sang Mursyid berkata &#8220;sekarang antum tulis amalan-amalan yg akan antum lakukan dibulan ramadhan&#8221;  setelah 10 menit kemudian Mursyid datang dan berkata &#8220;sok tum, antum baca amalan antum&#8221; aku mulai membaca amalan yg sebelumnya aku tulis dengan perlahan dan panjang lebar.</p>
<p>Kemudian Mursyid berkata &#8221; sekarang antum tulis Inilah amalan-amalan orang pemalas dan egois&#8221; Silahkan maknai tulisan itu..</p>
<p>Aku bengong dan terdiam sejenak sambil memikirkan tulisan terakhir yg aku tulis.. (apa ada yg salah yah ? kok pemalas dan egois ?) sambil merenung..</p>
<p>Kemudian Mursyid memberi syarah, Itu semua amalan antum yg antum tulis itu buat antum sendiri tapi mana antum untuk orang lain ??  mana keinginan antum untuk mengajak orang lain kebaikan ?</p>
<p>Kemudian antum menulis mau berishadaqah Rp. 5000 sehari, apa bedanya antum shadaqah dengan orang lain ? kalau masih sama dengan orang lain ngapain antum jadi murid ana  ?</p>
<p>Orang lain bisa lebih dari itu, orang-orang kaya mereka mampu mebagi-bagikan lebih dari itu tapi apa istimewanya ?? tidak ada yg istimewa!! bagaimana mau merasakan puasa secara khusus tapi kelakukan antum seperti itu, klo memang dengan memberikan shadaqah lebih besar lebih baik, mungkin tukang angkut sampat gakkan masuk surga  karena surga dipenuhi orang-orang kaya..</p>
<p>Orang bershadaqah harus memiliki nilai Taqwa dan Wara, kebanyakan orang beribadah hanya Taqwa saja tapi tidak ada Wara nya..</p>
<p>Contoh amalan yg mengandung amalam Taqwa dan Wara : antum punya uang tinggal 50 ribu itu juga untuk makan keluarga antum esok hari, tiba-tiba datang saudara antum yg membutuhkan bantuan dan antum memberikan uang itu kepada saudara antum, nah disitu akan muncul Taqwa dan Wara..</p>
<p>Amalan ibadah itu harus menantang bukan hanya biasa-biasa saja, karena itulah amalan-amalan orang khusus..</p>
<p>(Kemudian bergetar jiwa ini..)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.widianto.org/2009/08/21/amalan-orang-orang-khusus-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak takut dan tidak bersedih hati</title>
		<link>http://www.widianto.org/2009/08/03/tidak-takut-dan-tida-bersedih-hati/</link>
		<comments>http://www.widianto.org/2009/08/03/tidak-takut-dan-tida-bersedih-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 23:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.widianto.org/?p=941</guid>
		<description><![CDATA[Sang Mursyid menjelaskan seorang waliullah (wali Allah) itu tidak pernah takut dan bersedih hati, tidak takut akan menjalani kehidupan yang akan datang dan tidak akan bersedih oleh kejadian masa lalu. Ternyata apabila kata-kata tidak takut dan tidak bersedih dipahami benar menurutku sebagai seorang muridin itu sudah cukup sebagai bekal hidup bahagia, kenapa dengan kata-kata takut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sang Mursyid menjelaskan seorang waliullah (wali Allah) itu tidak pernah takut dan bersedih hati, tidak takut akan menjalani kehidupan yang akan datang dan tidak akan bersedih oleh kejadian masa lalu.</p>
<p>Ternyata apabila kata-kata tidak takut dan tidak bersedih dipahami benar menurutku sebagai seorang muridin itu sudah cukup sebagai bekal hidup bahagia, kenapa dengan kata-kata takut dan bersedih hati itu cukup membuatku bahagia ?</p>
<p>Setiap segala gerak dan tingkah laku seorang mahluk itu karena Allah, setiap kejadian itu karena Allah, setiap segala sesuatu Allah ada dibalik itu, sehingga semuanya karena Allah.</p>
<p>Sang Maha Pemilik Bumi langit beserta isinya telah mengatur hidup setiap mahluk, kenapa kita harus takut dan bersedih dalam menjalani hidup?</p>
<p>Kejadian terburuk apapun seorang hamba tidak akan membuat seorang waliullah bersedih hati dan kejadian yang paling menakutkan bagi seorang waliullah itu tidak akan pernah takut sekalipun maut menantinya. Seorang kekasih Allah maut bukanlah hal yang membuat takut tetapi sesuatu hal yang paling menggembirakan dalam hidupnya, kenapa bergembira ? karena akan bertemu dengan kekasihnya yaitu Allah SWT.</p>
<p>Jadi sesungguhnya orang yang merasa diri takut dan merasa diri bersedih sesungguhnya dia telah jauh dengan Tuhannya, dia tidak mengenal dengan Tuhannya sehingga dalam hatinya penuh dengan ketakutan, keresahan, kegelisahan walaupun dirinya dikelilingi kekayaan dan harta yang melimpah.</p>
<p>Lalu siapa yang merasa diri tidak takut dan tidak bersedih dalam menjalani hidup ? yaitu mereka mereka yang beriman dan bertaqwa.</p>
<p>Penejeasan diatas terdapat dalam Q.S Yunus 62-63.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.widianto.org/2009/08/03/tidak-takut-dan-tida-bersedih-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
