Ayahku berkata “hari ini kita akan membahas sebuah buku yg antum beli, cuman ana mau tanya sebelum kita membahas tentang isi buku ini, dan belum akan dibahas buku ini klo pertanyaan ana belum dijawab”.

“Begini.. setiap manusia yang hidup pasti memiliki nilai hidup, bener gak ?” kemudian saya mengangguk , “sekarang ana mau tanya, menurut antum hidup yg memiliki nilai itu apa ? “.
Saya terdiam dan belum bisa menjawab, kemudian Ayahku berkata kembali “loh antum sudah hidup berapa tahun ? ditanya seperti itu antum malah mikir, harusnya antum sudah bisa menjawab karena hidup antum sudah tahunan, jangan-jangan hidup antum tidak ada nilainya, sehingga antum tidak bisa menjawab atau hidup antum mah berjalan begitu saja seperti Zombie, orang lain ke barat ikut ke barat, orang lain ke timur ikut ketimur, jadi hidupnya tidak jelas alias abu-abu”.
Weleh rada panas nih hati digituin, akhirnya aku pun berusaha untuk menjawab seadanya, “nilai hidup ana adalah saya ingin hidup bisa bermanfaat untuk diri dan orang lain”.
Kemudian Ayahku berkata “Antum mah kalah sama anak-anak PUNK, mereka itu memiliki nilai hidup sehingga mereka berani berdandan berbeda dengan yang lain, karena dengan begitu mereka merasa memiliki nilai, anak PUNK mereka memiliki aliran musik yg berbeda pada umumnya, karena mereka merasa bahwa aliran musik mereka itu memiliki nilai”.
“Antum baca tidak di koran Pikiran-Rakyat hari ini (kemaren.red) bahwa ada seorang petani yang bisa membuat pupuk dari campuran pasir, dan sekarang anak2 mahasiswa UGM yg sedang mengambil S1, S2 dan S3 mengambil penelitian dari petani itu, bayangkan petani yg tidak mempunyai gelar tetapi bisa menjadi seorang yang hebat, berarti petani itu hidupnya memiliki nilai”.
“Lihat penemu-penemu dunia, seperti Al-Jabar, Einstein, mereka bisa seperti itu karena hidupnya memiliki nilai, Einstein dia senang sekali dengan Fisika, dia bener-bener belajar dan meneliti tentang Fisika, Fisika butuh perhitungan Matematika, maka dia belajar Matematika, kemudian ada hubungannya dengan Kimia dan dia pelajari Kimia dengan sungguh-sungguh, sehingga dia bisa menciptakan sesuatu sehingga dirinya memiliki nilai”.
“Sekarang antum kuliah ngambil jurusan komputer, pelajari komputer itu sungguh-sungguh, sehingga antum bisa menciptakan sesuatu dari komputer, disitu antum memiliki hidup yg bernilai. Antum sekarang bekerja di Unpad dalam bidang komputer antum harus bekerja sungguh-sungguh dan bisa menghasilkan sesuatu”.
“Manusia yang tidak memiliki nilai hidup lebih baik jangan hidup, buat apa hidup klo hidupnya tidak memiliki nilai. Sekarang ana tanya lagi apa nilai hidup antum ?”.
“Waktu dah mulai tengah malam, sekarang antum pulang pikirkan pertanyaan ana, buku ini akan dibahas setelah antum bisa menjawab pertanyaan ana”.
Akupun mulai menyadari bahwa hidupku selama ini memang tidak memiliki nilai, dan akupun menyadari bahwa saat itu aku telah berdialog dengan orang hebat.
VN:F [1.6.8_931]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.6.8_931]